Monday, June 13, 2016

Puasa - Tiga Kunci Berhasil Menurut Isa Al-Masih


isa dan iblisBila Anda mencari kata “Puasa” di Google, Anda akan melihat, setiap agama besar berpuasa. Bagi Muslim, puasa sangat penting. Karena puasa salah satu dari Lima Rukun Islam. Para khatib pun biasanya berkhutbah tentang puasa menjelang Ramadhan.
Pernahkah khatib Anda berkhutbah tentang puasa menurut ajaran Isa Al-Masih? Nabi Isa tokoh penting dalam agama Islam, bukankah penting mengetahui ajaran-Nya? Sedikitnya, Isa memberi tiga kunci agar puasa seseorang berhasil.

Dalam Puasa Mengalahkan Godaan Iblis

Antara lain puasa bertujuan menolong menambah kontrol pada diri sendiri. Sayangnya, bulan puasa sering ditandai dengan “Ramadan Rage” (Kemarahan Ramadhan). Sebuah studi sosial di Algeria menyatakan, kejahatan-kejahatan kecil meningkat 220% pada Bulan Ramadan. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) meningkat 120%. Ada kenaikan kecelakaan 410%. Juga perkelahian dan pertengkaran naik 320%. Berdasarkan riset tersebut, dapatkah dikatakan bahwa semua Mukmin berpuasa dengan baik?
Isa Al-Masih pernah berpuasa 40 hari (Injil, Rasul Lukas 4:1-13). Bagaimana Ia berhasil mengalahkan godaan Iblis? Ketika Isa berpuasa, Iblis menggoda Dia agar membuat batu menjadi roti. Isa menunjukkan kontrol pada diri sendiri dengan menolak tawaran Iblis. Ia mengutip ayat suci Taurat, “Manusia hidup bukan dari roti saja”(Taurat, Kitab Ulangan 8:3).
Kiranya Anda membaca ayat-ayat suci dari Zabur dan Injil pada bulan puasa. Kutiplah ayat-ayat tersebut tatkala Iblis menggoda. Anda akan dapat menghindari KDRT dan tindakan-tindakan lain yang tidak suci.

Jangan Mencari Perhatian Karena Puasa

Iblis juga menggodai supaya orang yang kuat berpuasa menjadi angkuh. Kadang-kadang mereka memamerkan diri, mencari perhatian, dan pujian karena amalnya.
Bagaimana nasihat Isa Al-Masih tentang masalah tersebut? Orang yang berpuasa tidak boleh kelihatan muram mukanya, mengubah air mukanya, supaya orang tahu mereka berpuasa.
Umat Kristen dianjurkan berpuasa, tetapi tidak terang-terangan. Orang lain tidak perlu mengetahuinya. Akibatnya orang Islam jarang tahu kalau orang Kristen berpuasa. Ayat suci Injil berbunyi, “. . . apabila engkau berpuasa . . . . jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa . . .” (Injil, Rasul Besar Matius 6:16-18).

farisi dan pemungut cukaiJangan Bersandar pada Amal Puasa untuk Menjamin Hidup Kekal

Al-Quran mencatat, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa . . .” (Qs 2:183). Namun ajaran agama Islam tidak menjamin seorang masuk sorga karena berpuasa. Demikian juga Injil.
Suatu waktu Isa menyampaikan perumpamaan kepada para Pakar Agama yang menyombongkan diri karena ia berpuasa dua kali seminggu. Dekat Bait Allah ada seorang Pemungut Cukai yang sangat korup. Dia menyesali kejahatannya. Ayat suci berkata, “. . . pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh dan tidak berani menengadah ke langit. Sambil memukul-mukul dada tanda menyesal ia berkata, 'Ya Allah, kasihanilah aku, orang yang berdosa!'” (Injil, Rasul Lukas 18:9-14 KSI).
Isa berkata bahwa Allah membenarkan Pemungut Cukai (Petugas Pajak), tetapi Pakar Agama tidak. Artinya, walau seseorang berpuasa bahkan melebihi yang diwajibkan, ia tidak mengalami keselamatan.

Bila Bukan Lewat Puasa, Bagaimana Menerima Keselamatan?

Kitab Allah menekankan, Oleh anugerahlah kamu telah diselamatkan melalui iman: Itu bukan berasal dari dirimu sendiri, melainkan pemberian Allah” (Injil, Surat Efesus 2:8 KSI).
Puasa maupun amal apapun tidak menyelamatkan seseorang dari api neraka. Satu-satunya jalan keluar dari api kekal ialah menerima pemberian Allah. Allah menyediakan keselamatan bagi kita lewat penyaliban Kalimat Allah. Ia menanggung hukuman dosa kita di kayu salib. Jadi kita tidak perlu ke neraka.
sumber: http://www.isadanislam.com

Hikmah Isra' Miraj Dan Kenaikan Isa Al-Masih


surgaSetiap tahun umat Muslim memperingati Isra’ Miraj. Demikian juga umat Kristen memperingati kenaikan Isa Al-Masih. Sekilas keduanya nampak sama, namun sebenarnya berbeda. Apakah perbedaan hikmah kedua peristiwa besar tersebut?

Keajaiban Isra’ Miraj

Al-Quran mencatat, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya … pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha … agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami …” (Qs 17:1).
Tidak ada manusia yang menyaksikan peristiwa itu, namun umat Muslim percaya bahwa kesaksian Allah SWT sudah cukup, bahkan melebihi kesaksian manusia.

Hikmah Isra’ Miraj Bagi Muhammad Dan Umat Muslim

Bagi Muhammad, peristiwa Isra’ Mi’raj telah membawanya ke posisi yang paling tinggi untuk memahami betapa dahsyatnya ciptaan Allah SWT. Tujuannya untuk memotivasinya. Sebab sebelum Isra’ Mi’raj, dia berada pada titik terendah perjuangannya. Ia dijepit oleh orang kafir, diembargo secara ekonomi, kehilangan pamannya (Abi Thalib) dan istrinya (Khadijah) yang wafat. Ketika berharap memindahkan front syi’arnya ke kota Tha’if, penduduk kota itu malah melempari dia dengan batu sampai berdarah-darah.
Melalui Isra’ Miraj Allah SWT memompa semangatnya kembali, dan seolah-olah berkata “Muhammad, engkau adalah utusan Allah.” Setahun kemudian dia bersama pengikutnya hijrah ke Madinah. Dari situ ia bersukses menaklukkan kota Mekkah.
Bagi umat Muslim, perintah sholat lima waktu adalah inti peristiwa Isra’ Mi’raj (Qs 17:78). Walau demikian, Allah Al-Quran tidak memberi jaminan keselamatan bagi orang yang melakukan sholat lima waktu. Bahkan seorangMuslim yang menambahnya dengan sholat Tahajud, hanya dijanjikan “mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (Qs 17:79).

tangga ke surgaKeajaiban Kenaikan Isa Al-Masih

Firman Allah menyaksikan, “... Dan ketika Ia [Isa Al-Masih] sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga”(Injil, Rasul Lukas 24:50-51). Kenaikan Isa Al-Masih lebih mudah dipercayai, sebab disaksikan bukan saja oleh Allah, tetapi juga oleh murid-murid Isa.

Hikmah Kenaikan, Bagi Isa dan Umat-Nya

Bagi Isa, kenaikan-Nya membuktikan bahwa Dia berasal dari sorga, (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:13) dan Pemilik bumi dan sorga.
Bagi umat-Nya, kenaikan Isa Al-Masih adalah jaminan masuk sorga. Firman-Nya, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah … kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku [sorga] banyak tempat tinggal … Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu … Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku [sorga], supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada,” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:1-3). 

Tujuan Isra’ Miraj Dibanding Tujuan Kenaikan Isa

Bila Isra’ Miraj bertujuan untuk memotivasi Muhammad serta memerintah sholat lima waktu bagi umat Muslim. Sebaliknya, kenaikan Isa Al-Masih adalah bukti bahwa Dia berasal dari sorga dan jaminan ke sorga bagi orang yang percaya kepada-Nya.
sumber: http://www.isadanislam.com

Isa Al-Masih Atau Muhammad, Siapa Yang Tahu Mengenai Akhir Zaman


kiamatSaya masih ingat ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, seorang teman berkata bahwa tahun 2000 adalah hari kiamat. Saat itu, saya sungguh penasaran bagaimana rupa hari kiamat. Dengan penuh penasaran, saya menunggu dari tahun ke tahun. Setelah saya menginjak remaja dan mengerti apa yang dimaksud dengan hari kiamat, saya tidak lagi penasaran dan tidak menantikannya. Walau memang perkataan teman kecil saya itu, hingga sekarang masih saya ingat.
Banyak orang mencoba membuat prediksi kapan tibanya hari kiamat. Beberapa tahun yang lalu diramalkan bahwa kiamat akan terjadi tahun 2012. Manusia sah-sah saja membuat ramalan, tetapi hari kiamat adalah hak mutlak Allah!

Kejujuran Muhammad Akan Akhir Zaman

Bagaimana dengan nabi atau rasul Allah? Adakah mereka tahu kapan kiamat terjadi? Nabi dan Rasul benar mempunyai kelebihan dibanding manusia lain. Dapat dikatakan mereka adalah orang-orang khusus yang dipilih Allah, untuk menyampaikan isi hati-Nya kepada manusia. Tetapi tentang rahasia akhir zaman, Allah tidak pernah menyingkapkannya kepada para nabi dan rasul-Nya. Terbukti, tidak satupun dari nabi-nabi tersebut yang berkata bahwa dia mengetahui rahasia akhir zaman.
Demikian juga Muhammad. Walau umat Muslim mengimani Muhammad sebagai nabi penyempurna, tetapi dia berkata dengan jujur, tidak mengetahui akan akhir zaman. Satu hal yang diketahui Muhammad tentang akhir zaman, bahwa masa ini berhubungan dengan Isa Al-Masih. Dia berkata, "Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun ditengah kamu Dia akan menjadi Hakim yang adil" (Hadits Shahih Muslim 127).
Satu hal yang diketahui Muhammad tentang akhir zaman, bahwa Isa Al-Masih akan datang sebagai Hakim yang adil. Sebab, demikianlah yang tertulis dalam kitabnya, “ Dan sesungguhnya ’ Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. . . . . ” (Qs 43:61).

Isa Al-Masih dan Tanda Akhir Zaman

Injil mencatat bahwa Isa Al-Masih telah berjanji untuk datang kali kedua, “ Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada ” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:3). Mengenai tanda kedatangan-Nya, Isa berkata, “ Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya" (Injil, Rasul Besar Matius 24:14).
Kapankah pastinya akhir zaman tiba? Isa Al-Masih tidak memberitahu kapan pastinya “hari” tersebut tiba. Tentang hal itu kitab suci Injil hanya berkata, “ Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap ” (Injil, Surat 2 Petrus 3:10).

Isa, Mengadili Manusia atau Memusnahkan Babi?

Menurut pemahaman orang Islam, tujuan kedatangan Isa Al-Masih kali ke dua adalah untuk memusnahkan babi, mematahkan salib, menghapuskan agama Kristen, dan mengislamkan seluruh manusia. Jelas pemahaman ini sangat keliru dan tidak berdasar. Karena nabi umat Muslim sendiri berkata, Isa akan datang sebagai Hakim yang adil, untuk menghakimi seluruh manusia.
Secara berulang kali Injil menubuatkan kedatangan Isa Al-Masih yang kedua kali. Hal ini sangat penting, sebab pada saat itulah Kerajaan Allah akan mencapai puncak penggenapannya di atas muka bumi.
Bila saat itu tiba, Isa Al-Masih datang bukan untuk membinasakan babi atau mematahkan salib. Dia akan datang dan berdiri di hadapan seluruh manusia sebagai Hakim untuk mengadili mereka. Pada pengadilan ini, orang-orang akan menerima ketetapan hukuman kekal atas dosa-dosa mereka.
Dan bagi mereka yang mempunyai jaminan keselamatan, akan masuk bersama Isa Al-Masih dalam Kerajaan Allah. Kitab Suci Allah menuliskan, “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat ” (Injil, Surat 2 Korintus 5:10).

Siapkah Anda Untuk Akhir Zaman?

Baik Muhammad maupun Al-Quran mengatakan, hanya Isa Al-Masih satu-satunya yang mengetahui rahasia akhir zaman. Pengetahuan Isa Al-Masih tentang akhir zaman, melebihi semua nabi.
Siapkah kita menghadapi akhir zaman? Bila kita masih hidup dalam dosa, maka hukuman kekal-lah yang akan menjadi bagian kita. Syukur pada Allah karena Injil menjelaskan bagaimana menjadi siap untuk Hari Besar itu!
[Staff Isa dan Islam – Kiranya Pembaca dapat menyelidiki lebih dalam tentang Keselamatan dalam Isa Al-Masih.]
sumber: http://www.isadanislam.com

Mengetahui Rahasia Tersembunyi Sura Yasin


surat yasin
Anda seorang Muslim? Tentu Anda tahu sura Yasin, bukan? Umat Muslim meyakini banyak keistimewaan dalam sura Yasin. Tetapi tahukah Anda, ada rahasia tersembunyi sura Yasin?

Keistimewaan Sura Yasin

Beberapa bulan lalu teman saya, seorang ibu, dinyatakan dokter mengidap kanker stadium empat. Tentu ini bukan berita yang menggembirakan, bukan? Kalutnya suasana hati membuat keluarga melakukan berbagai cara demi kesembuhannya. Tetapi semua seolah sia-sia.
Ketika manusia tidak dapat memberikan harapan, doa menjadi satu-satunya harapan. Salah satu doa yang sering ia baca ialah ayat-ayat dalam sura Yasin.
Menurut hadist Muhammad, salah satu keutamaan surah Yasin ialan, "Siapa saja membaca surah Yasin untuk mencari ridha Allah, maka Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Al-Baihaqy dalam Syi’abil Iman dan Mu’qil bin Yasar ra. dan Kanzul Umal, Juz 112629). Salah satu blog dalam situs internet memaparkan makna dari pernyataan di atas. Menurutnya, jika seseorang membaca sura Yasin setiap malam dengan bimbingan Imam Mahdi, maka dosanya akan terampuni.
Dalam hati saya bertanya, mengapa membaca sura Yasin terkait dengan Imam Mahdi?

Jawaban Atas Rahasia Sura Yasin

Muslim meyakini di akhir zaman Imam Mahdi akan menyelamatkan mereka dari berbagai azab, bencana dan fitnah, khususnya fitnah Al-Masihid-Dajjal. Hadist Ibnu Majah menuliskan “Tidak ada Imam Mahdi selain Isa Putra Maryam” (Laa mahdia illa isabnu Maryama).
Mungkinkah Imam Mahdi yang terkait dengan sura Yasin ialah Isa Al-Masih? Jika dengan membaca sura Yasin dosa-dosa terampuni dan doa terkabulkan, mengapa tidak berdoa pada Isa Al-Masih?

ujung jubahKuasa Isa Al-Masih

Dalam Injil, Isa Al-Masih pernah berkata“Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia [kata kiasan untuk Isa Al-Masih] berkuasa mengampuni dosa" (Injil, Rasul Besar Matius 9:6). Tidak itu saja, sering kali Isa Al-Masih turut merasakan kesedihan ketika melihat orang sakit. Seperti seorang wanita yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun.
Saat tidak ada harapan, ia datang kepada Isa Al-Masih. Ketika ia mendengar Isa berkunjung ke daerahnya, ia segera mengikuti-Nya. Dengan susah payah ia menghampiri Isa, hanya untuk menjamah ujung jubah-Nya. Tubuh yang lemah, wajah yang pucat, kerumunan orang banyak tidak menghalanginya datang pada Isa. Dan benar, seketika itu berhentilah pendarahannya (selengkapnya baca di Injil, Rasul Lukas 8:43-48).

Isa Al-Masih Dapat Menyembuhkan Tubuh-Jiwa Anda!

Sangat benar jika Anda memohon kepada Isa Al-Masih untuk segala pergulatan batin yang sedang menimpa. Tidak terkecuali bagi Anda yang sedang mengalami sakit. Seperti wanita yang dua belas tahun mengalami sakit pendarahan. Ia mengimani bahwa Isa Al-Masih pasti bisa menyembuhkannya, maka hal itupun terjadi. Kuasa yang dimiliki Isa Al-Masih dapat Anda rasakan sampai saat ini.
Isa Al-Masih begitu memahami persoalan dalam hidup Anda. Hal yang sangat esensi yakni jaminan keselamatanIa sudah anugerahkan bagi Anda. Isa Al Masih berkata “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku Akan memberi kelegaan kepadamu” (Injil, Rasul Besar Matius 11:28).
sumber:  http://www.isadanislam.com

Sunday, June 12, 2016

Riwayat Singkat Elpidius van Duijhoven "Ompung Dolok" Rasul dari Simalungun


Elpidius Van Duijnhoven (Lahir di Erp, Belanda, pada 7 Oktober 1906, meninggal di Simalungun, Sumatra Utara, tahun 1993) adalah imam dan misionaris Katolik yang berkarya di Sumatra Utara, khususnya Kabupaten Simalungun dan sekitarnya. Orang-orang yang sempat merasakan pelayanan dan menyaksikan teladan hidup imam saleh dan penuh kasih ini menyematkan sebuah panggilan hormat dengan nada akrab dan sayang kepadanya, yakni Oppung Dolok. Kini namanya diabadikan melalui sebuah perguruan Katolik, SMA Van Duijnhoven di Saribudolok. (sebuah kota kecamatan di Kabupaten Simalungun, kira-kira 80 Km dari Kota Medan). Sebuah buku biografi tentang kisah, karya dan teladan hidupnya diterbitkan pada tahun 2014 dengan judul “ELPIDIUS VAN DUIJNHOVEN, OPPUNG DOLOK, RASUL DARI SIMALUNGUN” yang disusun oleh seorang wartawan Kompas, Simon Saragih.


Kehidupan Awal dan Latar Belakang Keluarga

Elpidius Van Duijnhoven lahir di Erp, sebuah kota kecil di bagian selatan Belanda, tanggal 7 Oktober 1906. Kedua orangtuanya (Henricus van Duijnhoven dan Joanna) berprofesi sebagai petani yang mesti bekerja keras menghidupi keluarga dari sebuah ladang pertanian yang mereka sewa. Elpidius merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara. Dia diberi nama kecil “Fransiskus” karena keluarganya pengagum St. Fransiskus dari Asisi.
Sejak muda Epidius sudah akrab dengan kehidupan para biarawan Kapusin karena di dekat Erp terdapat sebuah biara Kapusin, Handel, dan seorang pamannya membaktikan hidupnya sebagai biarawan Kapusin, yakni Bruder Willebrordus. Latar belakang keluarganya sebagai umat Katolik saleh yang menggumi St. Fransiskus dan kedekatan dengan para biarawan Kapusin, merupakan motivasi awal bagi Elpidius dalam menentukan panggilan hidupnya menjadi Imam sekaligus biarawan Kapusin. Dia masuk seminari tanggal 7 September 1925 (umur 19 tahun). Setelah menyelesaikan pendidikan Filasafat dan Teologi, dia ditahbiskan menjadi Imam pada tanggal 11 Maret 1933 (umur 27 tahun).

Menaburkan dan Menyirami Benih Injil di Tanah Batak[sunting | sunting sumber]

Kira-kira tujuh tahun setelah menerima tahbisan Imam, Elpidius berangkat ke Hindia Timur, tepatnya menuju Batavia (Jakarta) dengan kapal Johan de. Dia tiba di Belawan tanggal 16 Februari 1934 dan ditempatkan di Pematangsiantar. Sejak itu, Elpidius menghabiskan seluruh hidupnya sebagai misionaris di daerah Sumatra Utara. Karya misionernya telah melewati tiga tahap penting dalam garis besar sejarah Indonesia: Era Penjajahan Belanda, Era Pendudukan Jepang, Era Kemerdekaan.
  • Era Penjajahan Belanda
Elpidius tidak serta merta dapat menjalankan pewartaan Injil dengan leluasa ketika pertama kali tiba Sumatra Utara. Dia mesti menunggu kira-kira satu tahun hingga pemerintah Kolonial Belanda secara resmi mengizinkan misi Katolik memasuki tanah Batak. Sejak itu Elpidius mengembara dari desa ke desa di daerah Simalungun; bertemu, bertukar pikiran, membantu dan juga mendidik penduduk asli seraya menaburkan benih-benih Injil. Daerah lain yang pernah menjadi tempat pewartaannya adalah tanah Karo dan Aceh Tenggara.
  • Era Pendudukan Jepang
Masuknya tentara Jepang ke Indonesia berkat kemenangan dalam perang pasifik, menimbulkan pergolakan di sejumlah wilayah Indonesia. Sumatra Utara terseret dalam pusaran perang karena perwakilan pemerintah Belanda di Sumatra Utara menolak takluk kepada Jepang dan memilih medan perang sebagai arena mempertahankan kekuasaan. Perang tersebut merenggut banyak nyawa, termasuk warga sipil. Elpidius tetap menjalankan pelayanannya di tengah kecamuk perang tersebut, memimpin ibadah penguburan para korban perang. Dalam menjalankan tugasnya, Elpidius beberapa kali berhadapan dengan ancaman bahaya seperti dihadang, bahkan disandera tentara Jepang dan dihentikan perampok dalam perjalanan dari daerah misi, namun dia selalu tegar dan tak pernah ragu menjalankan tugas demi sesama dan untuk melayani Tuhan.
  • Era Kemerdekaan
Kekalahan Jepang dalam perang dunia II, membuka jalan dan titik terang bagi rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Namun kemerdekaan itu tidak serta merta mebawa kenyaman dan kesejahteraan hidup masyarakat. Pergolakan-pergolakan kecil terjadi di sejumlah daerah dan pusat (Jakarta). Kemudian sebuah prahara nasional melanda negeri ini, yang kemudian kita kenal dengan istilah G-30- S-PKI. Gerakan anti PKI merebak dengan cepat ke seluruh pelosok negeri, diikuti tindakan-tindakan represif bahkan brutal. Penindasan dan pembunuhan marak terjadi dengan slogan “membersihkan antek-antek PKI”. Elpidius dalam tugas pewartaannya turut merasakan imbas dari situasi tersebut. Dia sempat dicurigai oleh Tentara sebagai bagian dari PKI karena medoakan arwah para korban G30SPKI. Dia sempat diintrogasi oleh Kodam setempat. Pada sisi lain, kesibukannya semakin meningkat karena jumlah umat berkembang pesat terutama karena banyak orang yang sebelumnya tidak beragama berlomba-lomba menginisiasikan diri dengan sebuah agama untuk menghindari cap PKI. Elpidius mengerahkan segenap tenaga untuk melayani umat, bukan hanya dalam bidang kerohanian, tetapi juga membantu mereka keluar dari jerat kemiskinan, membantu orang sakit dan meningkatkan pendidikan.

Oppung Dolok

Kedekatan Elpidius dengan umat dan semua warga yang ada di sekitarnya, tercermin dari sebuah julukan yang kini melekat dalam namanya. Oppung (kakek) adalah panggilan akrab warga setempat dan semua orang yang sempat mengenal dan meyaksikan teladan hidupnya. Dolok secara harafiah berarti “bukit”. Tapi kata tersebut kemungkinan besar merujuk pada wilayah Saribudolok, tempat tinggal misionaris yang hobi berjalan kaki dan naik sepeda ini. Dia dikenang dan namanya diabadikan karena secara tuntas telah memberi contoh dan teladan hidup tentang kesalehan (iman), kepedulian akan sesama dan kepekaan sosial sejak kehadirannya di tanah Simalungun secara khusus dan di Indonesia secara umum. Sebuah ungkapan dari Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFM Cap (Uskup Agung Medan) kiranya tepat mewakili seluruh kesaksian tentang imam yang telah berpulang kepada Pencipta tahun 1993 ini:"Kita harus menyatakan komitmen bersama, seperti Oppung Dolok, mengabdi Allah dan manusia" .
sumber: https://id.wikipedia.org

Islam Kaset dan Kebisingannya

Picture2
Oleh: KH Abdurrahman Wahid
SUARA bising yang keluar dari kaset biasanya dihubungkan dengan musik kaum remaja. Rock ataupun soul, iringan musiknya dianggap tidak bonafide kalau tidak ramai.
Kalaupun ada unsur keagamaan dalam kaset, biasanya justru dalam bentuk yang lembut. Sekian buah baladanya Trio Bimbo, atau lagu-lagu rohani dari kalangan gereja. Sudah tentu tidak ada yang mau membeli kalau ada kaset berisikan musik agama yang berdentang-dentang, dengan teriakan yang tidak mudah dimengerti apa maksudnya.
Tetapi ternyata ada “persembahan” berirama, yang menampilkan suara lantang. Bukan musik keagamaan, tetapi justru bagian integral dari upacara keagamaan: berjenis-jenis seruan untuk beribadat, dilontarkan dari menara-menara masjid dan atap surau.
Apalagi malam hari, lepas tengah malam di saat orang sedang tidur lelap. Dari tarhim (anjuran bangun malam untuk menyongsong saat shalat subuh) hingga bacaan Quran dalam volume yang diatur setinggi mungkin. Barangkali saja agar lebih “terasa” akibatnya: kalau sudah tidak dapat terus tidur karena hiruk-pikuk itu, bukankah memang lebih baik bangun, mengambil air sembahyang dan langsung ke masjid?
Bacaan Al Quran, tarhim dan sederet pengumuman, muncul dari keinginan menginsafkan kaum musilimin agar berperilaku keagamaan lebih baik. Bukankah shalat subuh adalah kewajiban? Bukankah kalau dibiarkan tidur orang lalu meninggalkan kewajiban? Bukankah meninggalkan kewajiban termasuk dosa? Bukankah membiarkan dosa berlangsung tanpa koreksi adalah dosa juga? Kalau memang suara lantang yang mengganggu tidur itu tidak dapat diterima sebagai seruan kebajikan (amar ma’ruf), bukankah minimal ia berfungsi mencegah kesalahan(nahi munkar)?
Sepintas lalu memang dapat diterima argumentasi skolastik seperti itu. Ia bertolak dari beberapa dasar yang sudah diterima sebagai kebenaran: kewajiban bersembahyang, kewajiban menegur kesalahan dan menyerukan kebaikan. Kalau ada yang berkeberatan, tentu orang itu tidak mengerti kebenaran agama. Atau justru mungkin meragukan kebenaran Islam? Undang-undang negara tidak melarang. Perintah agama justru menjadi motifnya. Apa lagi yang harus dipersoalkan? Kebutuhan manusiawi bagaimanapun harus mengalah kepada kebenaran Ilahi. Padahal, mempersoalkan hal itu se benarnya juga menyangkut masalah agama sendiri.
Mengapa diganggu?
Nabi Muhammad mengatakan, kewajiban (agama) terhapus dari tiga macam manusia: mereka yang gila (hingga sembuh), mereka yang mabuk (hingga sadar), dan mereka yan tidur (hingga bangun). Selama ia masih tidur, seseorang tidak terbebani kewajiban apa pun. Allah sendiri telah menyedia kan “mekanisme” pengaturan bangun dan tidurnya manusia. dalam bentuk metabolisme badan kita sendiri.
Jadi tidak ada alasan untuk membangunkan orang yang sedang tidur agar bersembahyang – keculai ada sebab yang sah menurut agama, dikenal dengan nama ‘illat. Ada kiai yang menotok pintu tiap kamar di pesantrennya untuk membangunkan para santri. ‘Illat-nya: menumbuhkan kebiasaan baik bangun pagi, selama mereka masih di bawah tanggung jawabnya. Istri membangunkan suaminya untuk hal yang sama, karena memang ada ‘illat: bukankah sang suami harus menjadi teladan anak-anak dan istrinya di lingkungan rumah tangganya sendiri?
Tetapi ‘illat tidak dapat dipukul rata. Harus ada penjagaan untuk mereka yang tidak terkena kewajiban: orang jompo yang memerlukan kepulasan tidur, jangan sampai tersentak. Wanita yang haid jelas tidak terkena wajib sembahyang. Tetapi mengapa mereka harus diganggu? Juga anak-anak yang belum akil baligh (atau tamyiz, sekitar umur tujuh delapan tahunan, menurut sebagian ahli fiqh mazhab Syafi’i).
Tidak bergunalah rasanya memperpanjang illustrasi seperti itu: akal sehat cukup sebagai landasan peninjauan kembali “kebijaksanaan” suara lantang di tengah malam — apalagi kalau didahului tarhim dan bacaan Al Quran yang berkepanjangan. Apalagi, kalau teknologi seruan bersuara lantang di alam buta itu hanya menggunakan kaset! Sedang pengurus masjidnya sendiri tenteram tidur di rumah.
TEMPO, 20 Februari 1982
Sumber: http://emka.web.id/ke-nu-an/2011/gus-dur-islam-kaset-dan-kebisingannya/

AKU MENDAMBAKAN ROMO YANG….
















AKU MENDAMBAKAN ROMO YANG…. 
Arswendo Atmowiloto

aku mendamba Romo yang penuh kasih- bukan yang pilih kasih
aku mendamba Romo yang bajunya kadang kekecilan, kadang kegedean
itu berarti pemberian umat
sebagai tanda cinta, tanda hormat


aku mendamba Romo, yang galak tapi sumanak
kaku pada dogma, tapi lucu kala canda
yang lebih sering memegang rosario
dibandingkan bb warna hijau
aku mendamba Romo yang lebih banyak mendengar
dibandingkan berujar

aku mendamba Romo yang menampung air mataku
- tanpa ikut menangisi
yang mengubah putus asa menjadi harapan
yang mengajarkan ritual sekaligus spiritual

duuuuh, damba dan inginku banyak, banyak sekali
tapi aku percaya tetap terpenuhi
karena Romoku mau dan mampu selalu memberi
- inilah damba dan doaku, Romoku

eee, masih ada satu lagi
sekali mengenakan jubah, jangan berubah
jangan pernah mengubah, walau godaan mewabah
bahkan sampai ada laut terbelah
kenakan terus jubahmu
itulah khotbah yang hidup
agar aku bisa menjamah
seperti perempuan Samaria pada Yesus Allah Tuhanku

aku mendamba Romo yang menatapku kalem
bersuara adem
“Berkah Dalem …”